Sekolah, Sederhana Saja..

Ada yang tau SMA Negeri 7 Yogyakarta? Mungkin tidak semua orang tau ya. Sederhana saja, sekolah saya ini bukan sekolah yang meluluskan siswa-siswi penembus olimpiade SAINS Nasional, ataupun sekolah pencetak Atlet-atlet tangguh bagi Indonesia. Sesederhana saya mencintai sekolah ini.

Mungkin bisa dijelaskan bahwa SMA Negeri 7 Yogyakarta adalah SMA dengan peringkat menengah di Yogyakarta, itu berarti kami yang berhasil masuk ke SMA 7 bukanlah pribadi yang cerdas luar biasa. Tetapi, bukan pula siswa buangan. Secara akademisi, tentu kami masih kalah dengan sekolah-sekolah tetangga yang memang mempunyai siswa-siswi cerdas. Namun, di non-akademis sekolah saya cukup membanggakan. Setiap upacara hari senin, ada saja piala yang disumbangkan untuk sekolah. Hal itu merupakan bukti bahwa siswa-siswi disini juga berprestasi.

Sudah dapat gambaran mengenai SMA 7? Baik, saya akan langsung melompat ke sisi lain. Dipungkiri atau tidak, saya menemukan keluarga yang hebat disini. Baik angkatan sya sendiri, angkatan kekak kelas, maupun adik kelas yang bahkan masih menjadi junior kami. Siapa peduli mana yang lebih tua, mana yang lebih muda, disini tidak pernah ada kakak kelas yang tega menindas juniornya. Yang ada hanyalah cara bagaimana kami membimbing adik-adik kami untuk regenerasi. Entah kenapa saya merasa cinta dengan keluarga besar saya ini. Keluarga besar dimana saya belajar bagaimana menghargai banyak orang, memahami bahwa mimpi saya hanyalah secuil dari jutaan mimpi remaja, dan mengerti cara mencintai sekolah saya sendiri.

Suatu hal, apapun itu baik kecil maupun besar pasti mempunyai sisi positif dan negatif. Percaya atau tidak, dipungkiri ataupun tidak, karena seperti itulah kehidupan berjalan. Nah, disini saya akan mengaitkan dengan sekolah saya. Eits, ini hanya sampel, sekolah kalian masing-masing pasti punya baik buruk juga kan, keep it simple🙂. Kembali, bisa dibilang saya kecewa ketika teman-teman saya sendiri benci dengan secuil sisi negatif sekolah. Kalau sekedar benci sebenarnya mungkin wajar-wajar saja, tetapi menjadi tidak wajar ketika dia jadi memprovokasi teman-teman lain yang sebenarnya tidak tahu apa-apa. Ini jelas salah, sekolah tentu saja masih waras. Sekolah masih mempunyai banyak sisi positif yang sayangnya tidak semua siswa paham. Mungkin teori yang saya dapatkan adalah sesuatu yang buruk sekecil apapun itu akan menimbulkan reaksi publik yang sangat berlebihan. Tetapi, seluruh hal baik yang telah diperjuangkan belum tentu bisa menutupi setitik noda yang sudah dibuat.

Saya ingat betul, kakak kelas saya pernah berkata, “cintailah sekolah ini dek, karena yang sesungguhnya membuat terlihat buruk adalah oknum, bukan sekolah”. Kalimat yang luar biasa dari mas Dewan dan ketika itu saya langsung sadar bahwa mau atau tidak mau, saya, semua siswa harus mencintai SMA 7 tanpa terkecuali.

Sekali lagi, sekolah saya ini bukanlah sekolah yang luar biasa unggul dibanding seluruh sekolah lain. Bukanlah sekolah yang menduduki peringkat tertinggi se-kotamadya. Tapi, ada satu hal yang selalu saya jadikan dasar segalanya, prinsip saya adalah, “Jangan tanyakan apa yang telah diberikan sekolah untuk kita, tapi lihatlah apa yang sudah kita berikan kepada sekolah”. Dan Yudha, yang selalu mengingatkan ke teman-teman lain bahwa “Jangan lihat betapa hijaunya rumput tetangga, tapi bagaimana cara kita menghijaukan rumput kita sendiri”. Inti dari segalanya hanyalah kita tidak perlu melihat betapa hebatnya sekolah-sekolah lain, karena yang harus kita lakukan adalah bagaimana cara kita mencintai, menghargai, berkarya, dan berjuang untuk sekolah kita sendiri. Kita tidak perlu berkowar-kowar tentang buruknya sekolah kita dibanding yang lain, dan pada saat itu hal kecil yang perlu ditanamkan di persepsi masing-masing adalah bagaimana membuat sekolah kita yang terlihat masih kalah ini bisa menaiki satu step lagi dari yang sebelumnya, bagaimana cara mengejar step-step yang telah dilalui sekolah lain yang lebih hebat. Karena sesungguhnya yang berpengaruh saangaaaat besar terhadap perkembangan sekolah adalah kita sendiri, siswa. Bukan hanya manajemen pengelolaan institusi tersebut.

Apapun itu, baik kecil, besar, sumbangkanlah seluruh potensi, tenaga, prestasi dan ide-ide brilian pemuda-pemudi hebat seperti kita semua ini kepada sekolah. Perbaikilah nama sekolah dengan bekerja keras, berprestasi, berkarya, itu saja sudah lebih dari cukup. Sederhana bukan? Sesederhana itulah sya mencintai SMA Negeri 7 Yogyakarta. Anda sependapat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s